Beri Kehangatan untuk Pasien Corona, Perawat Brasil Bikin 'Tangan Tuhan'

POSTING.ID -  Selama pandemi COVID- 19, para handal kedokteran dihadapkan pada jam kegiatan yang lebih lama dan auditorium yang penuh ketat. Dengan nilai penderita yang lalu membludak, mereka juga nyatanya dihadapkan pada keletihan kronis. Karena seperti itu tak jarang banyak foto bermunculan yang memperlihatkan dokter ataupun penderita berbaring di tempat kegiatan.

Beri Kehangatan untuk Pasien Corona, Perawat Brasil Bikin 'Tangan Tuhan'


Tetapi, walaupun meletihkan, tetapi para pekerja kedokteran ini nampak tetap berupaya semantap daya untuk memberikan pemeliharaan kesehatan terbaik untuk warga.

Seperti yang dilakukan oleh seorang juru rawat asal Brasil baru- baru ini. Walaupun letih, ia masih saja mempertimbangkan cara untuk menghibur penderita COVID- 19 yang merindukan gesekan manusia. Seperti diketahui, kontak langsung memang sangat dijauhi untuk menghindari penjangkitan virus corona.

Diwartakan WorldofBuzz sampai Indian Express, strategi yang dicetuskan oleh juru rawat itu saat ini dinamai sebagai Tangan Tuhan dan viral di jagad maya.

Tangan Tuhan itu dibuat dari 2 sarung tangan lateks yang diisi oleh air hangat. Seperti sandwich, 2 sarung tangan hangat ini setelah itu dipasang untuk menopang tangan penderita. Jadi, walaupun tidak bersama dengan keluarga, penderita itu masih dapat merasakan kehangatan gesekan melalui sarung tangan itu.

Media lokal G1 Globo lalu menguak kalau foto Tangan Tuhan yang viral itu sebenarnya didapat dari seorang penderita perempuan yang terdapat di Bagian Pemeliharaan Darurat Paviliun Prado( UPA).

UPA merupakan rumah sakit yang terdapat di Sao Carlos, negara bagian Sao Paulo.

Setelahnya, dipaparkan gimana juru rawat yang membuat Tangan Tuhan di UPA bernama Semei Araujo Cunha. Cunha sendiri sebelumnya memang unggah foto itu, dan menjelaskan kalau ia cuma mau berempati karena tangan penderita sangat dingin.

" Untuk kasih cinta, kenyamanan dan perhatian kepada penderita, tidak lumayan cuma jadi handal, tetapi juga wajib berempati; biarlah batin berdialog dengan bagus.

" Kita memiliki penderita yang diintubasi, kita memutuskan untuk melaksanakannya sebagai wujud kasih cinta, membelai, memanusiakan, seakan seseorang menggenggam tangannya, dan juga untuk melembutkan tangannya; tangan itu sangat dingin," catat Cunha sambil unggah foto tangan penderita yang digenggam oleh Tangan Tuhan.

Tetapi, bagi outlet lokal yang lain, Tangan Tuhan sebenarnya bukan asli inisiatif Cunha. Alasannya, ilham baru itu timbul setelah ia dan 2 kawan kerjanya Mariah Santos dan Vanessa Formenton melihat tindakan seragam di internet. Tindakan itu juga sebelumnya sudah viral di Brasil dan di situ dinamai sebagai tangan kecil.

Tangan kecil inilah yang sejatinya dicetuskan oleh seorang juru rawat bernama Lidiane Melo. Diketahui Melo bertugas di sebuah rumah sakit di Ilha do Governador, dan telah membuat ilham ini sejak setahun lalu.

Kala itu, sama seperti Cunha dan teman- temannya, Melo juga membuat tangan kecil karena melihat tangan penderita yang kesejukan. Tetapi, saat itu, Melo tidak dan merta langsung sukses menghasilkan tangan kecil. Alasannya, kolam akademikus, ia juga mengalami yang namanya kekagalan dalam percobaan cobanya untuk menghangatkan tangan penderita.

Pada mulanya, Melo berupaya menggunakan beberapa kapas ortopedi dan pembalut untuk melapis tangan penderita. Tetapi, perputaran mereka ternyata tidak pulih. Karena seperti itu, Melo akhirnya mulai mempertimbangkan sejumlah cara lain, termasuk menyiram tangan penderita dengan air hangat. Lalu, karena terdapat efek pencemaran, cara itu akhirnya dieliminasi oleh Melo. Setelahnya, kemudian Melo mendapatkan buah pikiran untuk memuat sarung tangan operasi dengan air hangat.

" Tangannya sangat dingin. Aku membungkusnya dengan kapas ortopedi dan pembalut, yang sudah diperkirakan sebelumnya dalam pemeliharaan, tetapi tidak sukses. Perputaran tidak pulih.

" Aku berpikir untuk menyiram tangannya dengan air hangat, tetapi karena resiko pencemaran, ilham itu tidak baik. Aku berpikir sedikit lagi dan( akhirnya) memasukkan air hangat ke dalam sarung tangan operasi dan memasangnya di tangannya( penderita)," ucap Melo pada setiap hari setempat saat itu.


" Aku membuat sarung tangan ini dengan air panas untuk tingkatkan perfusi penderita aku, dan aku melihat saturasi( zat asam) jadi lebih bagus, dan aku berambisi ia merasa terdapat yang menggenggam tangannya," imbuh Melo di profil media sosialnya.

Saat ini, tangan Tuhan ataupun tangan kecil, mendapatkan banyak atensi dari masyarakat di semua dunia. Di antara yang berikan sokongan termasuk Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia( World Health Organization), Tedros Adhanom Ghebreyesus.

" Tidak terdapat tutur yang bisa mengatakan keganjilan aku pada#parapekerjamedis di garis depan dalam pandemi ini dan cara luar lazim yang mereka temui untuk menghibur penderita mereka. Terdapat begitu banyak yang wajib kita pelajari dari Kamu dan jalani untuk menolong dan melindungi Kamu!#DukungPekerjaKesehatan," cuit Tedros sambil turut melibatkan foto penderita yang disampul dengan tangan Tuhan.