Sopir Bus Terminal Kalideres, Dibuat Susah dengan Larangan Mudik Lebaran

Tekinfom.com -  Pemerintah dengan cara resmi sudah memublikasikan terdapatnya pelarangan mudik Idulfitri ke Pulau Jawa ataupun luar Pulau Jawa. Hal ini untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid- 19 di Indonesia.


Pengemudi Bis Arimbi Halte Kalideres, Jakarta Barat, Yanto menerangkan, dirinya dibuat sulit oleh Pemerintah dengan ketentuan pelarangan mudik Idulfitri itu. Sebab, pemasukan terbanyak dirinya merupakan dikala hari menjelang dan arus balik Idulfitri.

Sopir Bus Terminal Kalideres, Dibuat Susah dengan Larangan Mudik Lebaran


" Kita kan menginginkan dari halte ini untuk anak istri kita makan, udah ditutup ingin ditutup lagi gimana orang ini, apa perintah mencolong, apa perintah ngerampok, kerjaan hanya di mari, belas orang," tutur Yanto pada reporter, Sabtu( 27/ 3/ 2021).


Becermin pada pengalaman tahun lalu, Yanto merasa kesusahan sebab tidak mempunyai pemasukan untuk beli pakaian Idulfitri anak dan istri. Ia berambisi Idulfitri tahun ini Pemerintah mengijinkan masyarakat untuk mudik Idulfitri.


" Pengennya dibuka seperti lazim halte ini. Jadi supaya sahabat kita pada dapat makan seluruh, supaya anak istri dapat beli pakaian fitrahnya," jelas ia.


Ia lebih sepakat bila penumpang yang ingin berangkat memakai bis di Halte Kalideres jalani swab antigen. Sebab, ia percaya masyarakat musafir di Jakarta tentu mau terkumpul dengan keluarganya di desa.


" Seluruh pegawai seluruh penumpang pula pengennya mudik seluruh bertemu keluarga. Kalau ini ditutup kita sulit pula memang pemerintah memenuhi kita? Memang pemerintah mengerti kita makan engganya? Sekarang 300 ribu memang lumayan makan kita? tak akan lumayan, anak 5 belum sekolah, memang dijamin kan engga dijamin," keluhnya.


Dampak tidak terdapat perhatiannya dari Pemerintah, beberapa pengemudi yang bermukim di rumah kontrakan wajib menunggak pembayaran 3 hingga 4 bulan. Untuk melunasi utang itu, para pengemudi ini sering- kali mencari kegiatan sambilan apa saja.


" Betul gimana triknya kita untuk ngempanin anak istri kita ingin memaling, ingin gimana kita akali triknya untuk beli beras untuk makan anak istri kita. Kita boro- boro beli pakaian, kontrakan aja tak kebayar terdapat yang 3 bulan 4 bulan. Pemerintah mah ga mengerti kita sulit taunya mah ia lezat di atas yang dibawah ia tak mikirin," tutur ia.


Sedangkan itu, Kernet Bis bernama Bujang berterus terang dengan pergantian kebijaksanaan pelarangan mudik ini sangat tidak masuk ide. Sebab sebagian durasi lalu, Pemerintah telah melaporkan mudik Idulfitri Idul Fitri 2021 dibolehkan.


" Asumsi aku tak masuk ide, kalau kemaren udah dibuka tetapi mengapa sekarang ditutup lagi dengan alibi apa. Ingin dibuka supaya orang bolak balik dapat hening kan kita pula hening bisa penumpang bisa rejekinya," tutur Bujang.


Bagi ia, pada tahun lalu banyak pengemudi bis yang melanggar kebijaksanaan untuk mengangkat penumpang. Hal itu terdesak dicoba sebab untuk memperoleh duit dari hasil membuat bis.


" Astaga akut amat sangat( Idulfitri tahun lalu) bermain petak caci kita, tidak diperbolehin tetapi senantiasa kita melanggar. Betul sia- sia orang naik travel dapat untuk apa, dilarang mencegah ga terdapat manfaatnya pula orang sedang bermain petak caci," terangnya.[]