Asyik Mesum Ria, 16 Pasangan Diringkus di Hotel Kawasan BSD

Tekinfom.com, Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP) Tangerang Selatan menindaklanjuti kegelisahan masyarakat Anggrek Loka zona 2. 2 BSD di Jalur Anggrek Serat dengan terdapatnya rumah yang berpindah guna jadi penginapan melati, pada Jumat( 26/ 3/ 2021) malam.


Tidak cuma itu, Satpol PP pula menggerebek penginapan di Jalur Rawa Tersumbat Utara, Serpong, Tangsel.

Asyik Mesum Ria, 16 Pasangan Diringkus di Hotel Kawasan BSD


Dari razia kental itu, Satpol PP bersama faktor Polri- TNI sukses mengamankan 16 pendamping amoral.


" Terkait dengan informasi masyarakat ataupun penemuan yang dapat kita buktikan di 4 titik, yang awal kos- kosan yang berpindah guna jadi hotel dengan bayaran jam- jaman, yang kedua dipenginapan yang diindikasikan terjalin aplikasi pelacuran pula kita buktikan kita alat pemantau dan kita jalani penggrebekan," ucap Kabid Penegak Peraturan Perundang- undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana di posisi, Jumat( 26/ 3/ 2021).


" Nyatanya kita temui dari 4 titik yang kita razia kita ambil, kita temui 16 pasang yang dapat kita jaring untuk selanjutnya kita membawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai penjelasan," lanjutnya.


Dalam amatan di posisi, apalagi ada pendamping yang luang mengelabui aparat dengan mengatakan jika mereka pendamping suami istri.


Tetapi, dikala dimintai pesan berjodoh ataupun fakta gambar dikala berjodoh, pendamping itu tidak dapat meyakinkannya. Dan, membenarkan jika dirinya sedang berkedudukan berpacaran.


Sedang tutur Sapta, sebagian perempuan yang terjebak pula ialah perempuan booking online( BO) lewat aplikasi MiChat. Dan, ditemui perlengkapan kontrasepsi sisa gunakan.


" Lewat me chat yang dapat kuta buktikan, kita lihat nyatanya terdapat perlakuan sejenis itu. Dan, terdapat perlengkapan kontrasepsi yang kita temui di sebagian kamar mulanya, apalagi satu orang terdapat yang telah lebih dari 2 perlengkapan kontrasepsi yang dipakai, maksudnya esok akan kita pertanyaan, masuk jam berapa telah, berapa jam, dan jam demikian telah memakai 3 perlengkapan kontrasepsi," dempak Sapta.


Esoknya, jika memanglah pengelola teruji melanggar Perda no 9 tahun 2012 mengenai kedisiplinan warga akan dicoba pemanggilan dan diserahkan ganjaran.


" Pastinya ini seluruh yang melanggar ketentuan terkait dengan Perda, paling utama Perda No 9 Tahun 2012 terkait dengan kedisiplinan biasa dan ketentraman warga, jika dilanggar pasti seluruh kita kasih ganjaran. Bagus pelakon usahanya ataupun orang yang menjabat di dalamnya," tandasnya.[]