Banjir Jakarta, Sejumlah Rute Transjakarta Stop Beroperasi Sementara

POSTING.ID - PT Pemindahan Jakarta memutuskan untuk mengakhiri sementara layanan operasional Transjakarta di sejumlah arah akibat banjir besar yang mengepung Jakarta sejak Sabtu( 20/ 2/ 2021) pagi.
Bajir Jakarta Foto : jpnn

Bajir Jakarta Foto : jpnn


Direktur Operasional PT Pemindahan Jakarta Prasetia Budi membenarkan, layanan angkutan ini diberhentikan untuk sementara durasi karena banjir yang menerpa rute Transjakarta tak menyambangi mundur.

“ Sebagian layanan yang terpaksa stop bekerja sementara mengenang situasi kubangan air yang tidak membolehkan untuk dilintasi armada,” tutur Budi kala dikonfirmasi, Sabtu( 20/ 2/ 2021).

Ada pula layanan Transjakarta yang diberhentikan hari ini ialah arah BKN- Pondok Kelapa( 7P), JAK 75( Desa Pulo- Halim via Cililitan) dan JAK 21( PGC- Dwikora). Ketiga layanan transjakarta ini diberhentikan karena banjir mematahkan Jalur Mayjen Sutoyo yang jadi rute kala arah transjakarta itu.

“ Ini karena tingginya air di sekitar jalur Mayjen Sutoyo,” turunnya.

Tidak cuma itu, arah Tanjung Priok- PGC( Koridor 10) pula terimbas dampak putusnya akses di Jalur Mayjen Sutoyo ini, tetapi operasional

koridor ini tidak diberhentikan, tetapi cuma mengalami perubahan arah untuk menghindari banjir. Imbasnya sebagian stasiun seperti stasiun Jatinegara hingga dengan stasiun Cawang Soetoyo tidak di lewatkan koridor ini

“ Arah Tanjung Priok- PGC( Koridor 10) bekerja dengan adaptasi berbentuk pengalihan arah,“ tutur Budi

Perlu diketahui, Badan Penyelesaian Musibah Wilayah( BPBD) DKI Jakarta mengatakan sebesar 193 RT di Jakarta tergenang banjir pada Sabtu( 20/ 1/ 2021) karena hujan yang menyeluruh di kawasan Jabodetabek sejak Jumat malam sampai Sabtu dini hari.

Plt. Kepala Eksekutif BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, membenarkan banjir hari ini memang jauh lebih parah dari sehari sebelumnya. Jumlah titik yang terhenti bertambah dan besar air yang menggenangi pemukiman masyarakat pula bertambah.

Ada pula ketinggian air yang menggenangi pemukiman masyarakat pada hari ini

mulai dari 40 sampai 180 centimeter.

“ Dengan cara totalitas, sebesar 193 RT,” tutur Sabdo kala dikonfirmasi hari ini.

Biarpun terdapat ratusan wilayah yang tergenang banjir, tetapi Sabdo berterus terang jumlah itu tidak seberapa jika ditotalkan dengan totalitas RT yang terdapat di Jakarta sekarang ini, persentasenya sangat kecil.

“ Total

30. 470 RT jadi persentase RT terdampak sebesar 0, 633

persen,” tegasnya.

Ada pula titik banjir pada hari ini lanjut Sabdo terhambur di Jakarta Selatan yang terdiri dari 44 RT, dengan ketinggian 40- 150 centimeter.

Sementara di Jakarta Timur ada 50 RW terdampak, terdiri dari 143 RT, dengan ketinggian 40- 180 centimeter, setelah itu di Jakarta Barat terdapat 4 RW dan 6 RT terdampak. ( akr/ dit)